Administrasi Hukum menurut Hukum Islam: Proses Normatif-Institusional dalam Pengelolaan dan Pelaksanaan Aturan Hukum oleh Lembaga Negara
Keywords:
administrasi hukum Islam, positivisasi syariah, tata kelola pemerintahan, maslahah, pengawasan kelembagaanAbstract
This article examines Islamic law administration as a normative-institutional process that bridges Sharia values — justice, amanah, maslahah, musyawarah, and tolerance — with state instruments including regulations, licensing, recording, supervision, audit, and adjudication. Using a qualitative-normative approach with literature study, this article analyzes how Sharia norms are positivized, institutionalized, operationalized, supervised, and resolved through judicial mechanisms in state administration. The findings show that in Indonesia, this process is reflected in Sharia positivization through legislation in the fields of zakat, waqf, and hajj; the role of religious authorities (MUI/DSN fatwas) in norm reconfiguration; and the institutionalization of Sharia compliance oversight such as zakat Sharia audits and Islamic banking Sharia Supervisory Boards. However, the main challenge lies in the risk of bureaucratization that overemphasizes administrative procedures, potential interest distortion in administrative design, and the need to maintain compatibility with pluralism and the state's constitutional foundation. Therefore, adequate Islamic law administration requires consistent integration between legal certainty and administrative order with maslahah orientation as the Sharia objective, while ensuring effective supervision and judicial mechanisms as guardians of justice.
Artikel ini mengkaji administrasi hukum menurut hukum Islam sebagai proses normatif-institusional yang menjembatani nilai-nilai syariah — keadilan, amanah, maslahah, musyawarah, dan toleransi — dengan instrumen negara berupa peraturan, perizinan, pencatatan, pengawasan, audit, dan peradilan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-normatif melalui studi kepustakaan, artikel ini menganalisis bagaimana norma-norma syariah dipositivisasi, diinstitusionalisasi, dioperasionalkan, diawasi, dan diselesaikan melalui mekanisme peradilan dalam penyelenggaraan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Indonesia, proses ini tampak pada positivisasi syariah melalui legislasi di bidang zakat, wakaf, dan haji; peran otoritas keagamaan (fatwa MUI/DSN) dalam rekonfigurasi norma; serta pelembagaan pengawasan kepatuhan syariah seperti audit syariah zakat dan Dewan Pengawas Syariah perbankan. Namun, tantangan utama berada pada risiko birokratisasi yang menekankan prosedur administratif semata, potensi distorsi kepentingan dalam desain administrasi, serta kebutuhan menjaga kompatibilitas dengan pluralisme dan dasar negara. Karena itu, administrasi hukum menurut hukum Islam yang memadai menuntut integrasi yang konsisten antara kepastian hukum dan ketertiban administrasi dengan orientasi maslahah sebagai tujuan syariat, sekaligus memastikan mekanisme pengawasan dan peradilan berjalan efektif sebagai pengaman keadilan.
References
Analia, F., Abdullah, M. W., & Muchlis, S. (2023). Peran Dewan Pengawas Syariah Dalam Penerapan Good Corporate Governance Dalam Pencegahan Fraund Financing di Bank Syariah. El-Mal Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(3), 928–936. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i3.3904
Arifin, M. Y. (2021). Analisis Kewenangan Pemerintah Daerah Dalam Kebijakan Jaminan Produk Halal. Al Daulah Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 1(1), 72. https://doi.org/10.24252/ad.v1i1.22844
Fauzan, P. I., & Fata, A. K. (2018). Positivisasi Syariah di Indonesia, Legalisasi atau Birokratisasi? Jurnal Konstitusi, 15(3), 592. https://doi.org/10.31078/jk1537
Ilhami, H. (2012). Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Syariah sebagai Otoritas Pengawas Kepatuhan Syariah bagi Bank Syariah. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 21(3), 476. https://doi.org/10.22146/jmh.16274
Imaniyah, B. (2019). The Contract of the Social Security Agency for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) in The Perspective of Sharîa Economic Law. Al-Ihkam Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 14(1), 124–145. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v14i1.2197
Irfansyah, G. A. (2023). Penyelesaian Sengketa Pasar Modal dalam Memberikan Referensi Perencanaan Investasi Saham sebagai Bagian dari Perlindungan terhadap Investor dalam Perspektif Hukum Indonesia melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) Sektor Jasa Keuangan. Cerdika Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(12), 1224–1240. https://doi.org/10.59141/cerdika.v3i12.715
Maridjo, M. (2021). Fungsi Peradilan Tata Usaha Negara dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih. Magistra Law Review, 2(01), 40. https://doi.org/10.35973/malrev.v2i1.2065
Mistiar, W., Afriani, A'zizah, Saleh, A., Putra, Mohd. E., & Hasyim, S. (2023). Penyuluhan Hukum: Kajian Yuridis tentang Rancangan Qanun Nikah Siri Provinsi Aceh, Pembenahan, dan Dampak pada Masyarakat di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aceh Simeulue. Kawanad Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 157–164. https://doi.org/10.56347/kjpkm.v2i2.172
Mubarok, A. Z. S. (2017). Reformasi Konstitusi dan Yudisial dalam Bingkai Konstitusionalisme di Arab Saudi. Journal of Islamic Studies and Humanities, 2(1), 1–29. https://doi.org/10.21580/jish.21.2514
Musanna, K. (2023). Pengelolaan Dana Pensiun Syariah Menggunakan Akad Murabahah di Bank Syariah Mandiri. Jurnal Al-Maqasid Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, 9(1), 135–148. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v9i1.7859
Nurcholis, Moch. (2020). Kontribusi MUI dalam Rekonfigurasi Syariah di Indonesia. Tafáqquh Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman, 8(2), 179–196. https://doi.org/10.52431/tafaqquh.v8i2.295
Nurhasanah, N. (2013). Pengawasan Islam dalam Operasional Lembaga Keuangan Syariah. Mimbar Jurnal Sosial dan Pembangunan, 29(1), 11. https://doi.org/10.29313/mimbar.v29i1.362
Prasetyo, E., & Sugitanata, A. (2022). Urgensi Penerapan Good Governance Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Qaumiyyah Jurnal Hukum Tata Negara, 3(1), 67–90. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v3i1.49
Putri, M. C. M., & Choiri, M. (2022). Analisis Yuridis dalam Penetapan Nomor: 0664/Pdt.P/2017/PA.PMK sebagai Perlindungan Hukum Aset Wakaf Tidak Tercatat di Madura. An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 2(1), 33. https://doi.org/10.33474/an-natiq.v2i1.14295
Putri, S. N. R. A., & Simangunsong, F. (2023). Perlindungan Hukum Penduduk Non Permanen yang Tidak Memiliki SKPNP dalam Administrasi Kependudukan. Seikat Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Hukum, 2(6), 611–616. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i6.1087
Rahamaningsih, A. A. (2023). Akuntabilitas APBN Pasca Pandemi Covid-19 Ditinjau dari Hukum Administrasi Negara. Jatijajar Law Review, 2(1). https://doi.org/10.26753/jlr.v2i1.1023
Rahim, A., Hakim, A. F., Purnama, A., Hafitsyah, E. A., & Zahira, F. (2023). Pengelolaan Keuangan Negara Berdasarkan Hukum Administrasi Negara Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. Jiip - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 7012–7018. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2847
Rahmany, S. (2019). Wakaf Produktif di Malaysia. Iqtishaduna Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 8(1), 43–64. https://doi.org/10.46367/iqtishaduna.v8i1.151
Rahmawati, R. (2019). Peranan Administrasi Negara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Sudut Pandang Islam. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 3(2). https://doi.org/10.36982/jpg.v3i2.670
Sa'diyah, H. T., Hasanah, S. L., Thabrani, A. M., & Hariyanto, E. (2021). Sejarah dan Kedudukan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008 di Indonesia. Al-Huquq Journal of Indonesian Islamic Economic Law, 3(1), 96–118. https://doi.org/10.19105/alhuquq.v3i1.3460
Setiawan, A., Asyikin, N., Firmansyah, R., Sukananda, S., Anggreini, R. R., Harmi, R., & Putra, A. R. P. (2020). Politik Hukum Indonesia: Teori dan Praktik. https://doi.org/10.31237/osf.io/2jtsd
Suhli, S., Wijaya, S. H., Muttaqin, A. Z., & Mujahadah, A. (2022). Implikasi Penerapan Perda Syariah terhadap Pluralisme di Indonesia. Diktum Jurnal Syariah dan Hukum, 20(2), 383–398. https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.3117
Sulistiani, S. L. (2018). Analisis Hukum Islam terhadap Pengembangan Wakaf Berbasis Sukuk untuk Pemberdayaan Tanah yang Tidak Produktif di Indonesia. Ijtihad Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 18(2), 175. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v18i2.175-192
Suprapto, S., & Harmain, V. (2022). Penerapan Prinsip Good Governance dalam Pelayanan Administrasi Bidang Bina Marga. Comserva Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(7), 985–994. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i7.435
Thahir, A. H., Tohari, I., & Rahman, Z. Abd. (2021). Implementasi Akuntabilitas dan Transparansi Zakat: Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lembaga Amil Zakat Rumah Peduli Nurul Fikri. Management of Zakat and Waqf Journal (Mazawa), 3(1), 77–93. https://doi.org/10.15642/mzw.2021.3.1.77-93
Untitled. (2022). Al-Ihkam Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 17(1). https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v17i1
Wahyuni, S. (2023). Good Corporate Governance dan Penerapannya di Perbankan Syariah. Mes Management Journal, 2(2), 229–236. https://doi.org/10.56709/mesman.v2i2.87
Warjiyati, S. (2018). Tinjauan Hukum Islam terhadap Penerapan Good Governance dalam Pelayanan Publik. Hukum Islam, 18(1), 119. https://doi.org/10.24014/hi.v18i1.5429