Advokat menurut Hukum Islam: Kajian Fungsional, Etika Profesi, dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia

Authors

  • Eka Wahyu Hestya Budianto Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim image/svg+xml Author

Keywords:

advokat, hukum Islam, al-wakalah, etika profesi, bantuan hukum, maqashid al-syariah

Abstract

This article examines the concept of advocate (advokat) from the perspective of Islamic law and its relevance within the Indonesian positive legal system. Although the term “advocate” is not explicitly found in classical Islamic legal sources, its socio-juridical functions—including the provision of legal assistance, legal accompaniment, representation, and dispute resolution—have conceptual equivalents in the Sharia tradition through the institutions of al-wakalah (agency/representation), hakam (arbitrator), mushalih-alaih (reconciliator), and mufti (legal opinion provider). Employing a normative-comparative method grounded in literature review, this article examines the legitimacy, functions, and professional ethics of advocates in alignment with Sharia principles while remaining compatible with Law Number 18 of 2003 on Advocates. The findings indicate that the advocate, from an Islamic perspective, may be understood as a wakalah-based profession oriented toward justice and public welfare (maslahah), governed by ethical standards emphasizing trustworthiness (amanah), mutual assistance (ta'awun), good faith, and the prohibition of unlawful means. The Sharia advocate does not differ formally from advocates in general, but differs in the value base and goal orientation rooted in maqashid al-Sharia.

Artikel ini mengkaji konsep advokat dalam perspektif hukum Islam dan relevansinya dalam sistem hukum positif Indonesia. Meskipun terminologi “advokat” tidak dikenal secara eksplisit dalam sumber-sumber hukum Islam klasik, fungsi sosial-yuridisnya—mencakup pemberian bantuan hukum, pendampingan, representasi, dan penyelesaian sengketa—memiliki padanan konseptual dalam tradisi syariah melalui institusi al-wakalah (perwakilan), hakam (penengah), mushalih-alaih (rekonsiliator), dan mufti (pemberi pandangan hukum). Dengan menggunakan metode normatif-komparatif berbasis kajian pustaka, artikel ini menelaah legitimasi, fungsi, dan etika profesi advokat yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah sekaligus kompatibel dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Hasil kajian menunjukkan bahwa advokat dalam perspektif Islam dapat dipahami sebagai profesi wakalah yang berorientasi keadilan dan kemaslahatan, dengan standar etik yang menekankan amanah, tolong-menolong, iktikad baik, dan larangan menempuh cara-cara batil. Advokat syariah tidak berbeda secara formal dari advokat pada umumnya, melainkan berbeda pada basis nilai dan orientasi tujuan yang berpijak pada maqashid al-syariah.

References

Afwa, M. S., & Sulistyowati, S. (2023). Analisis perkembangan perbankan syariah di Malaysia. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 3(2), 67–77. https://doi.org/10.55606/jebaku.v3i2.1728

Berutu, A., Hanan, A. F., & Lubis, F. (2023). Penerimaan honor/upah advokat dalam perspektif hukum Islam. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(1), 301–306. https://doi.org/10.47467/mk.v22i1.2786

Firdaus, M. I., & Sup, D. F. A. (2023). Legal opinion dalam perspektif hukum Islam. El-Ghiroh, 21(1), 53–69. https://doi.org/10.37092/el-ghiroh.v21i1.360

Harahap, N. D., Khanis, N. Y. A., & Lubis, F. (2023). Hak imunitas advokat terhadap pembelaan klien. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(2), 437–445. https://doi.org/10.47467/as.v5i2.2693

Hariyanto, E., & Ni'matunnuriyah, N. (2017). Advokat syariah dalam mediasi perkara perceraian menurut maqashid al-syariah. Ulul Albab: Jurnal Studi Islam, 18(1), 117. https://doi.org/10.18860/ua.v18i1.4277

Hasanah, L. N. (2024). Pendampingan hukum bagi perempuan dan anak pasca cerai oleh tim advokat profit: Studi kasus di Pengadilan Agama Pati perkara nomor 778/Pdt.G/2024/PA.Pt. Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis, 4(2), 239–254. https://doi.org/10.37481/jmh.v4i2.744

Humairah, F., Matondang, V. K., & Lubis, F. (2023). Advokat dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(2), 412–420. https://doi.org/10.47467/as.v5i2.2684

Hutagaol, K. H., Hasibuan, A. Z., & Lubis, F. (2023). Kedudukan advokat sebagai agent of law development berdasarkan UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 7(1), 158–161. https://doi.org/10.31604/jim.v7i1.2023.158-161

Irfansyah, G. A. (2023). Penyelesaian sengketa pasar modal dalam memberikan referensi perencanaan investasi saham sebagai bagian dari perlindungan terhadap investor dalam perspektif hukum Indonesia melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa (LAPS) sektor jasa keuangan. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(12), 1224–1240. https://doi.org/10.59141/cerdika.v3i12.715

Janah, T. N. (2019). Pengaruh Islamic law system terhadap hukum ekonomi Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, 4(2). https://doi.org/10.22515/al-ahkam.v4i2.1962

Pratama, R., Prasetia, A., & Lubis, F. (2023). Etika profesi advokat dalam menangani perkara hukum menurut perspektif hukum Islam. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(2), 340–350. https://doi.org/10.47467/mk.v22i2.2874

Prawiro, A. (2022). Aktualisasi akad dalam fikih muamalah bagi lembaga keuangan syariah. Tasyri: Journal of Islamic Law, 1(2), 215–252. https://doi.org/10.53038/tsyr.v1i2.30

Rahmatullah, I. (2018). Legal opinion ahli syariah pasar modal (ASPM) dalam industri pasar modal syariah di Indonesia. Law and Justice, 3(1), 22–29. https://doi.org/10.23917/laj.v3i1.6107

Ramli, M. (2019). Peranan advokat dalam mewujudkan kewenangan Pengadilan Agama dalam bidang kewarisan. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 146–160. https://doi.org/10.36420/ju.v5i2.3646

Salam, N. Z. M. A., Marillang, M., & Hasan, H. (2020). Peran advokat alumni Fakultas Syariah dalam menyelesaikan perkara di Peradilan Umum Makassar. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v7i1.12699

Siregar, H. R., Lubis, A. N. A., & Zahara, F. (2023). Peranan advokat sebagai mediator di Pengadilan Agama perkara perceraian menurut maqashid al-syariah. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(2), 426–436. https://doi.org/10.47467/as.v5i2.2692

Spaltani, B. G. (2020). Peran advokat dalam penegakan hukum terorisme dengan pendekatan hukum transendental. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 21(3), 397–416. https://doi.org/10.24815/kanun.v21i3.14237

Syahputri, R., Izzatunnada, I., & Lubis, F. (2023). Legalitas advokat dalam perspektif hukum Islam. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 22(1), 307–315. https://doi.org/10.47467/mk.v22i1.2787

Triyanta, A. (2004). Undang-undang advokat dan de-kompartementasi studi ilmu hukum. Al-Mawarid, 12. https://doi.org/10.20885/almawarid.vol12.art1

Tuasikal, H. (2019). Peran strategis hukum keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsyiyah) dalam penguatan sistem Peradilan Agama di Indonesia. Justisi, 4(1), 43–54. https://doi.org/10.33506/js.v4i1.530

Umam, A. K. (2017). Kedudukan advokat dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat perspektif hukum. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, 5(2), 188. https://doi.org/10.18860/j.v5i2.4019

Yasin, M. N. (2017). Politik hukum pemberlakuan gelar “Sarjana Hukum” untuk alumni Jurusan Hukum Ekonomi dan Bisnis Syariah. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, 7(2), 168. https://doi.org/10.18860/j.v7i2.3856

Downloads

Published

2026-01-01

Issue

Section

Articles