Akibat Hukum dalam Perspektif Hukum Islam: Kajian Komprehensif terhadap Lahir, Beralih, dan Hapusnya Hak Serta Kewajiban

Authors

  • Eka Wahyu Hestya Budianto Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim image/svg+xml Author

Keywords:

akibat hukum, hukum Islam, akad, hak dan kewajiban, maqāṣid al-syarīʿah

Abstract

This article examines the concept of legal consequences (akibat hukum) within the framework of Islamic law, focusing on how Islamic law (syariah/fiqh) determines when an event or legal act becomes normatively relevant and produces, transfers, or eliminates rights and obligations. Using a normative-juridical approach with literature analysis, this study systematically explores the dimensions of legal subjects (mukallaf), legal capacity (ahliyah), contracts (akad) and obligations (iltizām), typology of legal consequences, consequences of valid and defective contracts, breach of contract (wanprestasi), force majeure, transfer of rights in modern muamalah, as well as legal consequences in family law and criminal law (fiqh jinayah). The study further examines the role of maqāid al-syarīʿah and iʿtibār al-ma'ālāt as the teleological foundation for understanding legal consequences. The results show that legal consequences in Islamic law are normative consequences attached by syariah/fiqh to a legal event or act (tasharruf), which operationally manifest in the birth, transfer, or elimination of rights and obligations, as well as the potential emergence of sanctions in the event of violations. Legal consequences must be understood not only mechanically but also teleologically: whether the consequences maintain the public interest (mashlahah) and are aligned with the principles of syariah.

Artikel ini mengkaji konsep akibat hukum dalam kerangka hukum Islam, dengan fokus pada cara hukum Islam (syariah/fiqh) menentukan kapan suatu peristiwa atau perbuatan hukum menjadi relevan secara normatif dan melahirkan, memindahkan, atau menghapus hak serta kewajiban. Dengan menggunakan pendekatan normatif-yuridis berbasis analisis kepustakaan, kajian ini menelaah secara sistematis dimensi-dimensi subjek hukum (mukallaf), kecakapan hukum (ahliyah), akad dan perikatan (iltizām), tipologi akibat hukum, konsekuensi akad yang sah dan cacat, wanprestasi, keadaan memaksa, peralihan hak dalam muamalah modern, serta akibat hukum dalam hukum keluarga dan pidana Islam (fiqh jinayah). Kajian ini juga menelaah peran maqāid al-syarīʿah dan iʿtibār al-ma'ālāt sebagai landasan teleologis dalam memahami akibat hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa akibat hukum menurut hukum Islam merupakan konsekuensi normatif yang dilekatkan syariah/fiqh pada suatu peristiwa atau perbuatan hukum (tasharruf), yang secara operasional memanifestasi dalam lahirnya, beralihnya, atau hapusnya hak dan kewajiban, serta kemungkinan lahirnya sanksi ketika terjadi pelanggaran. Akibat hukum harus dipahami tidak hanya secara mekanis, tetapi juga secara teleologis: apakah akibat itu menjaga kemaslahatan dan selaras dengan prinsip syariah.

References

Adam, P. (2020). Kedudukan badan hukum sebagai subjek hukum dalam hukum ekonomi syariah. Syiar Hukum Jurnal Ilmu Hukum, 17(2), 216–242. https://doi.org/10.29313/shjih.v17i2.5923

Ahmad, M. (2015). Ekologi berbasis syariah: Analisis wacana kritis pemikiran Mudhofir Abdullah. Jurnal Hukum Islam, 57–69. https://doi.org/10.28918/jhi.v13i1.496

Arif, M., & Sari, W. R. (2022). Konsep akad dan perjanjian dalam perspektif hukum Islam dan hukum perdata. Berasan Journal of Islamic Civil Law, 1(2), 130. https://doi.org/10.29240/berasan.v1i2.6054

Asmuni, A., & Arifin, A. I. (2024). Implementasi teori maqashid sebagai upaya penguatan kompetensi hakim dalam mengadili perkara ekonomi syariah digital. Journal of Research and Development on Public Policy, 3(4), 39–58. https://doi.org/10.58684/jarvic.v1i4.29

Cindawati, C. (2017). Perkembangan perjanjian dalam praktik perdagangan (perspektif hukum Islam dan hukum positif). Jurisdictie Jurnal Hukum dan Syariah, 7(2), 219. https://doi.org/10.18860/j.v7i2.3717

Dawing, D. (2018). Mengusung moderasi Islam di tengah masyarakat multikultural. Rausyan Fikr Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat, 13(2), 225–255. https://doi.org/10.24239/rsy.v13i2.266

Fakhrizal, N. A. (2017). Perlindungan hukum terhadap ahli waris yang memperoleh warisan tanah absentee. Perspektif, 22(3), 238. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i3.628

Feisal, F., Gani, R. A., & Halim, A. (2023). Eksistensi yuridis asas kemutlakan HAM dan maqasid syariah pada sanksi pidana mati bagi pengedar narkoba. Jleb Journal of Law Education and Business, 1(2), 302–321. https://doi.org/10.57235/jleb.v1i2.1180

Firmanda, H. (2018). Hakikat ganti rugi dalam perspektif hukum ekonomi syariah dan hukum perdata Indonesia. Jurnal Hukum Respublica, 16(2), 236–251. https://doi.org/10.31849/respublica.v16i2.1438

Fitrido, K., Yusefri, Y., & Hartini, H. (2022). Pengelolaan zakat di Daarut Tauhiid Kota Lubuklinggau dalam tinjauan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Berasan Journal of Islamic Civil Law, 1(2), 219. https://doi.org/10.29240/berasan.v1i2.5888

Hernawan, D. (2016). Pengadaan tanah dengan cara jual beli oleh instansi pemerintah menurut Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945. Litigasi, 16(1). https://doi.org/10.23969/litigasi.v16i1.53

Hirsanuddin, H., Pancaningrum, R. K., & Atsar, A. (2022). Penerapan kaidah maqashid syariah dalam merger bank syariah badan usaha milik negara. Jurnal Ius Kajian Hukum dan Keadilan, 10(1), 98–113. https://doi.org/10.29303/ius.v10i1.988

Ikbar, A. N. (2020). Perjanjian iklan di Radio Suara Akbar Surabaya menurut hukum Islam dan hukum positif. Maliyah Jurnal Hukum Bisnis Islam, 10(2), 172–196. https://doi.org/10.15642/maliyah.2020.10.2.1-25

Ilma, H. A., & Maharani, N. (2024). Analisis pemberian keringanan hukuman terhadap justice collaborator perspektif fiqh jinayah. Tarunalaw Journal of Law and Syariah, 2(01), 69–83. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v2i01.176

isharyanto, H., & Firdawaty, L. (2023). Pelaksanaan pengangkatan anak untuk perlindungan anak di Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan Lampung perspektif mashlahah. Al Maqashidi Jurnal Hukum Islam Nusantara, 5(2), 13–26. https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v5i2.1320

Legal aspects in al murabahah financing contract in sharia banking: Study at PT. Bank Syariah Indonesia Tbk Kedaton Branch, Bandar Lampung. (2023). Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 2(2), 99–111. https://doi.org/10.35912/jihham.v2i2.1397

Lubis, U. S. (2020). Hak kekayaan intelektual sebagai objek wakaf. Iuris Studia Jurnal Kajian Hukum, 1(1). https://doi.org/10.55357/is.v1i1.18

Mas'ari, A. (2018). Rekonstruksi dan reformulasi pembaruan hukum Islam perspektif Jamāl al-Bannā. Al-Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, 16(02), 217–233. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v16i02.309

Maulana, D. F. (2023). Kedudukan penyandang disabilitas pada lembaga keuangan di Indonesia: Subjek hukum, ahliyah dan telaah KHES. Muslim Heritage, 8(2), 201–218. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v8i2.6924

Mumin, Muh. D. N. A., Kurniadi, K., & Atma, A. M. (2024). Eksistensi akad dalam transaksi keuangan syariah. Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE), 1(2), 351–357. https://doi.org/10.59407/jmie.v1i2.456

Nabilla, A. D., Azizah, N., & Ramadani, R. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap anak ditinjau dari hukum pidana Islam dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Ahkam, 2(3), 573–582. https://doi.org/10.58578/ahkam.v2i3.1744

Nairazi, N., Akmal, A., Ferizal, I., & Manoppo, F. R. (2024). Fiqh dan negara: Dinamika penerapan sanksi hukuman zina di Aceh. Legalite Jurnal Perundang-Undangan dan Hukum Pidana Islam, 9(1), 68–80. https://doi.org/10.32505/legalite.v9i1.8929

Najmudin, D. (2021). Spirit keilmuan wahyu memandu ilmu dalam pengembangan hukum Islam. Adliya Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 243–256. https://doi.org/10.15575/adliya.v14i2.9433

Nasiri, N. (2021). Konsep maslahah menurut Najm al-Din al-Tufi. Jurnal Keislaman, 2(1), 23–37. https://doi.org/10.54298/jk.v2i1.3372

Nur, I. (2019). Menelusuri jejak maqashid syari'ah dalam istinbath hukum Imam Hambali. Ahkam Jurnal Hukum Islam, 7(1), 143–168. https://doi.org/10.21274/ahkam.2019.7.1.143-168

Nurasikin, A. (2021). Tinjauan hukum ekonomi syariah: Take over pembiayaan mikro bank syariah. Iqtisad Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 8(2), 187–206. https://doi.org/10.31942/iq.v8i2.5674

Nurdin, M. F., & Sakti, M. (2024). Urgensi labelisasi halal produk obat over-the-counter dalam upaya perlindungan konsumen. Jurnal USM Law Review, 7(1), 314–332. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8677

Rahman, F. (2019). Praktek re-upload video oleh youtuber dan keabsahan pembayarannya. Dusturiyah Jurnal Hukum Islam Perundang-Undangan dan Pranata Sosial, 9(2). https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v9i2.5318

Rahmawati, R. (2016). Dinamika akad dalam transaksi ekonomi syariah. Al-Iqtishad Journal of Islamic Economics, 3(1). https://doi.org/10.15408/aiq.v3i1.2494

Ridlo, M., & Yunus, M. (2022). Dialektika Sunni dan Syi'ah dalam pemikiran politik Islam. Asy-Syari'ah Jurnal Hukum Islam, 8(2), 50–64. https://doi.org/10.55210/assyariah.v8i2.846

Riduwansah, R., Nilawati, N., Hamidah, H., & Ramadhan, B. (2022). Implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika perspektif maqashid al-syariah. Jurnal Intelektualita Keislaman Sosial dan Sains, 11(2), 306–314. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i2.14760

Rofiq, M. A., & Hamidah, T. (2021). Status anak luar nikah (judicial activism Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 46/PUU-VII/2010 perspektif mashlahah Izzuddin bin Abdissalam). Islamitsch Familierecht Journal, 2(02), 126–163. https://doi.org/10.32923/ifj.v2i02.2014

Rustiana, E., & Hidayat, K. (2022). Kepemilikan hak atas tanah pertanian absentee dalam perspektif maqashid syariah. Jurnal Jatiswara, 37(2), 185–194. https://doi.org/10.29303/jtsw.v37i2.395

Salahuddin, M. (2017). Menuju hukum Islam yang inklusif-humanistis: Analisis pemikiran Jasser Auda tentang maqāṣid al-sharī'ah. Ulumuna, 16(1), 103–124. https://doi.org/10.20414/ujis.v16i1.191

Saprutro, T. P., & Tohari, C. (2020). Perlindungan hukum pembeli hak atas tanah berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli secara bertingkat oleh notaris menurut prinsip-prinsip ekonomi syariah. Jurnal Justisia Ekonomika Magister Hukum Ekonomi Syariah, 4(2). https://doi.org/10.30651/justeko.v4i2.6867

Sekarbuana, M. W., Widiawati, I. A. P., & Arthanaya, I. W. (2021). Perkawinan beda agama dalam perspektif hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal Preferensi Hukum, 2(1), 16–21. https://doi.org/10.22225/jph.2.1.3044.16-21

Septiandani, D., & Astanti, D. I. (2021). Konsekuensi hukum bagi suami yang melaksanakan poligami yang melanggar aturan hukum positif Indonesia dan hukum Islam. Jurnal USM Law Review, 4(2), 795–817. https://doi.org/10.26623/julr.v4i2.4314

Setiawan, E. (2014). Dinamika pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia. De Jure Jurnal Hukum dan Syar'iah, 6(2). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v6i2.3207

Sulistyaningsih, P., Heniyatun, H., & Hendrawati, H. (2017). Sistem bagi hasil dalam perjanjian waralaba (franchise) perspektif hukum Islam. Jurnal Hukum Novelty, 8(1), 137. https://doi.org/10.26555/novelty.v8i1.a5530

Suprayogi, R. (2023). Reformasi hukum perkawinan Islam di Indonesia. Indonesia Journal of Business Law, 2(1), 29–37. https://doi.org/10.47709/ijbl.v2i1.1962

Tamrin, T., & Almadison. (2023). Analisis yuridis pembatalan perjanjian kerjasama pembangunan kebun kelapa sawit antara Koperasi Pertanian Sawit Bunga Idaman dengan PT. Perdana Inti Sawit Perkasa di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu dalam Perkara No. Sungkai, 11(1), 43–59. https://doi.org/10.30606/sungkai.v11i1.2185

Utari, F., & Hasna, H. (2020). Perlindungan hukum bagi pihak pembeli dalam perjanjian pengikatan jual beli yang tidak terlaksananya akta jual beli akibat penolakan dari sebagian ahli waris pihak penjual berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 1(2), 191–209. https://doi.org/10.23920/jphp.v1i2.247

Wahyudi, F. (2017). Mengontrol moral hazard nasabah melalui instrumen ta'zir dan ta'widh. Al-Banjari Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 16(2), 25. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v16i2.1357

Wazin, W. (2020). HAM dalam perspektif hukum ekonomi Islam. Al Qisthas Jurnal Hukum dan Politik, 11(1). https://doi.org/10.37035/alqisthas.v11i1.3320

Willya, E., Mokodenseho, S., Idris, Muh., & Yusuf, N. (2020). Etika lingkungan perspektif hukum Islam. https://doi.org/10.31219/osf.io/rdtq5

Zaini, M. (2023). Ragam metode dan corak pemikiran dalam khazanah teologi Islam. Sinthop Media Kajian Pendidikan Agama Sosial dan Budaya, 2(1), 31–49. https://doi.org/10.22373/sinthop.v2i1.2825

Zaki, M. (2018). Dinamika introduksi sanksi poligami dalam hukum negara Muslim modern. Al-Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, 14(02), 307–334. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v14i02.453

Downloads

Published

2026-01-01

Issue

Section

Articles