Akta Autentik dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif: Kajian Konseptual dan Praktik Kenotariatan
Keywords:
akta autentik, hukum Islam, notaris, akad syariah, pembuktian, UUJN, KUHPerdataAbstract
This article examines the concept of authentic deed (akta autentik) within the framework of Indonesian positive law and its intersection with Islamic law, particularly in the context of sharia banking agreements (akad) and Islamic family law practices. Using a normative-conceptual approach with library research method, this study synthesizes various legal literature to analyze the definition, evidentiary strength, formal requirements, and normative debates surrounding authentic deeds in Indonesia. The findings reveal that authentic deeds, as defined by Article 1868 of the Civil Code (KUHPerdata) and operationalized through the Notary Office Law (UUJN), serve as the primary instrument for ensuring legal certainty in sharia contractual relationships. In Islamic banking practice, the akad (sharia agreement) is equated functionally with the authentic deed, with notaries positioned as the final filter before financing is realized. However, normative tensions emerge particularly regarding the validity of sharia banking deeds executed by non-Muslim notaries, where positive law and Islamic legal norms diverge. Furthermore, procedural challenges posed by technological developments — including cyber notary and electronic signatures — add further complexity to the authentic status of deeds. This study concludes that the discussion of authentic deeds in Islamic law within the Indonesian context is fundamentally a discussion of synchronizing the substantive requirements of sharia agreements with the formal requirements of authentic deeds as instruments of perfect evidentiary proof under Indonesian law.
Artikel ini mengkaji konsep akta autentik dalam kerangka hukum positif Indonesia dan persinggungannya dengan hukum Islam, khususnya dalam konteks akad pembiayaan syariah dan praktik hukum keluarga Islam. Dengan menggunakan pendekatan normatif-konseptual dan metode penelitian kepustakaan, kajian ini mensintesis berbagai literatur hukum guna menganalisis definisi, kekuatan pembuktian, syarat formal, serta perdebatan normatif seputar akta autentik di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa akta autentik sebagaimana didefinisikan oleh Pasal 1868 KUHPerdata dan dioperasionalisasi melalui Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) berfungsi sebagai instrumen utama dalam menjamin kepastian hukum hubungan kontraktual syariah. Dalam praktik perbankan syariah, akad diposisikan secara fungsional setara dengan akta autentik, dengan notaris berperan sebagai penyaring terakhir sebelum pembiayaan direalisasikan. Namun, terdapat ketegangan normatif, terutama mengenai keabsahan akta perbankan syariah yang dibuat oleh notaris non-muslim, di mana hukum positif dan norma hukum Islam menunjukkan perbedaan penilaian. Selain itu, tantangan prosedural akibat perkembangan teknologi — termasuk cyber notary dan tanda tangan elektronik — menambah kompleksitas terhadap status autentik suatu akta. Kajian ini menyimpulkan bahwa pembahasan akta autentik menurut hukum Islam dalam konteks Indonesia pada dasarnya merupakan pembahasan tentang sinkronisasi substansi akad syariah dengan formalitas akta autentik sebagai bukti sempurna dalam sistem hukum Indonesia.
References
Abdal, O. K., & Handoko, W. (2022). Pembuatan Akta Autentik Oleh Notaris Pada Saat Pandemi Covid-19. Notarius, 16(3), 1121–1138. https://doi.org/10.14710/nts.v16i3.42357
Akbar, A. F., & Cahyono, A. B. (2021). Peran dan Tanggung Jawab Notaris dalam Pembuatan Akta Perjanjian dalam Bahasa Asing Berdasarkan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Jabatan Notaris. Palar | Pakuan Law Review, 7(2), 234–251. https://doi.org/10.33751/palar.v7i2.4098
Akim, S. (2018). Kajian Yuridis Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah sebagai Akta Autentik dalam Peralihan Hak Atas Tanah. Jurnal Penelitian Ipteks, 3(1), 22. https://doi.org/10.32528/ipteks.v3i1.1876
Albaaits, A., & Turisno, B. E. (2022). Efektivitas Tanda Tangan Elektronik pada Akta yang Dibuat oleh Notaris. Notarius, 16(3), 1741–1755. https://doi.org/10.14710/nts.v16i3.40263
Amalia, M., & Ngadino, N. (2021). Implementasi Aturan-Aturan Etika Profesi dalam Mengatasi Perbedaan Honorarium Notaris. Notarius, 14(1), 119–134. https://doi.org/10.14710/nts.v14i1.39129
Ardianta, I., Munandar, A., & Djumardin, D. (2023). Analisis Yuridis Hak Ingkar Notaris terhadap Kerahasiaan Isi Minuta Akta Notaris Berdasarkan UUJNP dan Kode Etik Notaris. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(2). https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v4i2.150
Arianto, M. R., & Djajaputra, G. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Pihak Ketiga dalam Sengketa Akta Autentik (Kajian terhadap Tanggung Jawab Notaris). Ranah Research Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 786–791. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i2.1294
Arifin, B. W., Sailellah, S., & Widyanti, A. N. (2023). Kewenangan Bertindak dalam Perjanjian Jual Beli Hak Atas Tanah yang Dibeli dari Harta Bersama dalam Perkawinan yang Masih Terikat Harta Bawaan di Hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2835–2858. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i9.557
Chita, L. E., & Putra, M. F. M. (2023). Tanggung Jawab Notaris untuk Memberikan Penyuluhan Hukum dalam Pembuatan Akta Relaas. Gorontalo Law Review, 6(1), 22. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2671
Estryana, P. P. (2022). Peranan Notaris dalam Pembuatan Akta Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian. Jurnal Locus Delicti, 3(2), 135–149. https://doi.org/10.23887/jld.v3i2.1610
Fadhilah, N., & Priyono, E. A. (2022). Pencantuman Klausula Eksonerasi dalam Akta Notaris sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Notaris. Notarius, 17(1), 578–595. https://doi.org/10.14710/nts.v17i1.45389
Farizal, M., Madjid, A., & Kawuryan, E. S. (2022). Urgensi Pengaturan Honorarium Notaris untuk Kewenangan Selain Membuat Akta Autentik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 7(1), 198. https://doi.org/10.17977/um019v7i1p189-205
Hana, K. F., & Dimam, I. (2022). Diskursus Akad Pembiayaan Bank Syariah dalam Perspektif Hukum di Indonesia. Tawazun Journal of Sharia Economic Law, 5(1), 59. https://doi.org/10.21043/tawazun.v5i1.13731
Irawan, A., Bakry, M. R., & Hardian, F. (2022). Eksistensi Aspek Teknologi dalam Pembuatan Akta Autentik secara Elektronik pada Pengaturan Jabatan Notaris di Era Industri 5.0. Comserva Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(8), 1501–1521. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i8.503
Kepartono, H., & Putra, M. F. M. (2023). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah terhadap Batalnya Akta Jual Beli Akibat Tidak Adanya Dasar Kepemilikan yang Sah atas Objek Perjanjian. Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(8), 6026–6035. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i8.13455
Lediana, E., Sailellah, S., & Turhamun, M. S. (2023). Optimalisasi Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Akta Autentik terhadap Pembagian Warisan Berdasarkan Hukum Waris Adat Sai Batin Buay Pernong di Lampung Barat. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 2056–2072. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i8.416
Malini, M., Widijowati, D., & Martanti, Y. (2023). Kepastian Hukum Isi Surat Keterangan (Covernote) terhadap Objek yang Diproses Berdasarkan Akta yang Dibuat oleh Notaris. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(2), 337–355. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i2.164
Melinda, S., & Djajaputra, G. (2021). Pembuatan Akta Notaris di Luar Wilayah Jabatannya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(7), 3521. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i7.3543
Monetery, F. R., & Santoso, B. (2022). Keabsahan dan Kekuatan Pembuktian Akta Notaris: Perspektif Cyber Notary di Indonesia. Notarius, 16(2), 666–685. https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.41120
Mustafa, M. Z., Insani, N., & Makkulawuzar, K. (2023). Kekuatan Hukum Alih Debitur dalam Kredit Pemilikan Rumah di Bawah Tangan. Al-Aqdu Journal of Islamic Economics Law, 3(2), 79. https://doi.org/10.30984/ajiel.v3i2.2748
Nanda, R. R., & Velentina, R. A. (2022). Tanggung Jawab Notaris dalam Legalisasi Dokumen Warga Negara Asing menurut Konvensi Apostille. Jurnal USM Law Review, 5(1), 270–281. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4920
Nurjanah, S. (2023). Perubahan Kedudukan Notaris Pengganti pada Saat Notaris yang Diganti Meninggal Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Al-Manhaj Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1459–1469. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3461
Pohan, M. P. R., Suprayitno, S., Sutiarnoto, S., & Harris, A. (2024). Legal Analysis of Providing Documents by a Notary to People Who Have No Direct Interest (MA Case Study Number 20/PK/PID/2020). Justices Journal of Law, 3(1), 13–46. https://doi.org/10.58355/justices.v3i1.101
Putri, M. Y., & Santoso, B. (2023). Fungsi dan Peran Notaris pada Peralihan Hak Atas Merek melalui Perjanjian Jual-Beli. Al-Manhaj Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1581–1590. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3382
Putri, N. M., & Marlyna, H. (2021). Kewajiban Bagi Notaris dan PPAT yang Merangkap Jabatan untuk Memiliki Wilayah Kedudukan dalam Satu Wilayah Kerja yang Sama. Palar | Pakuan Law Review, 7(2), 409–424. https://doi.org/10.33751/palar.v7i2.4298
Putri, V. N., & Valentina, R. A. (2022). Perlindungan Hukum terhadap Notaris/PPAT terkait Dokumen Palsu melalui Card Reader. Palar | Pakuan Law Review, 8(1), 500–514. https://doi.org/10.33751/palar.v8i1.5251
Qindy, F. H. A. (2021). Inkonsistensi Pengaturan Kewenangan Pembuatan Risalah Lelang oleh Notaris. Notaire, 4(3), 355. https://doi.org/10.20473/ntr.v4i3.30136
Rachman, R., Ardiansyah, E., Utami, F. F., & Suarlan, S. (2022). Urgensi Penerapan Cyber Notary pada Akta Pengikatan Jual Beli Tanah di Masa Pandemi Covid-19. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan Ke-PPAT-an, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.23920/acta.v6i1.849
Rachman, R., Rowa, A. A., & Hasnawati, H. (2022). Pertanggungjawaban PPAT atas Keterangan Palsu dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah. DIH Jurnal Ilmu Hukum, 234–244. https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.6671
Rumiartha, I. N. P. B. (2023). Penafsiran Otoritatif dan Hermeneutika Yuridis pada Frasa Repertorium Kewajiban Notaris. Morality Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 26. https://doi.org/10.52947/morality.v9i1.332
S, A. Y. (2024). Analisis Peran Notaris dalam Penggunaan Prinsip Kehati-Hatian dalam Pembuatan Kontrak Kerja Sama. Ethics and Law Journal Business and Notary, 2(1), 46–51. https://doi.org/10.61292/eljbn.102
Sahdan, S., & Ufran, U. (2023). Peran Notaris dalam Pembagian Warisan Berdasarkan Hukum Positif di Indonesia. Indonesia Berdaya, 4(3), 1217–1224. https://doi.org/10.47679/ib.2023542
Salsabila, S., & Wijaya, E. (2023). Problem Penggunaan Website oleh Notaris selaku Pejabat Publik. Otentik's Jurnal Hukum Kenotariatan, 5(2), 269–294. https://doi.org/10.35814/otentik.v5i2.5172
Sasongko, T. I. (2018). Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Akta Risalah Lelang Pasca Berlakunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 90/PMK.06/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Lelang dengan Penawaran secara Tertulis Tanpa Kehadiran Peserta Lelang melalui Internet. Lex Renaissance, 3(1). https://doi.org/10.20885/jlr.vol3.iss1.art9
Savira, K., & Ahlan, S. F. (2022). Efektivitas Sistem Barcode dalam Pengamanan Akta Autentik. Jurnal USM Law Review, 5(1), 157–171. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4630
Syahputra, M. A. B. (2023). Peran Notaris dalam Restrukturisasi untuk Melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 5(2). https://doi.org/10.32502/khk.v5i2.7957