Amar Putusan dalam Perspektif Hukum Islam: Kajian Konseptual dan Praktik Peradilan Agama
Keywords:
amar putusan, diktum, peradilan agama, hukum Islam, ijtihad hakim, maqashid syariahAbstract
This article examines the concept of amar putusan (dictum) from an Islamic law perspective as practiced in Indonesian Religious Courts (Pengadilan Agama) and the Mahkamah Syar'iyyah. Through a literature review approach on religious court scholarship, this study analyzes the position of the dictum within the anatomy of judicial decisions, its relationship to legal considerations, the character of the dictum based on case type, and the ijtihadic dimensions that influence its formulation. The findings indicate that the dictum is not merely a redactional formality, but rather the final articulation of the judicial function that is both operational and executorial in nature. The dictum also reflects the judge's methodological orientation—whether grounded in legal certainty through codification or accommodating maslahah through maqashid, 'urf, and istihsan—which ultimately generates potential disparities in similar cases. These findings imply the need for balance between legal unification through the Compilation of Islamic Law (Kompilasi Hukum Islam/KHI) and judicial freedom of ijtihad in realizing substantive justice.
Artikel ini mengkaji konsep amar putusan (diktum) dalam perspektif hukum Islam sebagaimana dipraktikkan di lingkungan Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar'iyyah Indonesia. Melalui pendekatan kajian pustaka terhadap literatur peradilan agama, studi ini menelaah kedudukan amar dalam anatomi putusan, hubungannya dengan pertimbangan hukum, karakter amar berdasarkan jenis perkara, serta dimensi ijtihadi yang memengaruhi perumusannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa amar putusan bukan sekadar formalitas redaksional, melainkan artikulasi final dari fungsi peradilan yang bersifat operasional dan eksekutorial. Amar juga mencerminkan orientasi metodologis hakim—apakah berbasis kepastian hukum melalui kodifikasi ataukah mengakomodasi maslahah melalui maqashid, 'urf, dan istihsan—yang pada akhirnya menimbulkan potensi disparitas dalam perkara-perkara yang sejenis. Temuan ini mengimplikasikan perlunya keseimbangan antara unifikasi hukum melalui Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan kebebasan ijtihad hakim dalam mewujudkan keadilan substantif.
References
Aisyah, N. (2018). Peranan Hakim Pengadilan Agama dalam Penerapan Hukum Islam di Indonesia. Jurnal Al-Qadau Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 5(1), 73. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v5i1.5665
Aris, & Sabir, M. (2020). Hukum Islam dan problematika sosial; telaah terhadap beberapa hukum perdata Islam dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Diktum Jurnal Syariah Dan Hukum, 18(2), 283–295. https://doi.org/10.35905/diktum.v18i2.1608
Bakari, M., & Darwis, R. (2019). Analisis yuridis terhadap perkawinan perempuan muallaf dengan wali nikah tokoh agama. Al-Mizan, 15(1), 1–32. https://doi.org/10.30603/am.v15i1.835
Bakari, M., & Darwis, R. (2022). Analisis yuridis terhadap perkawinan perempuan muallaf dengan wali nikah tokoh agama. https://doi.org/10.31219/osf.io/ypv2m
Fariska, A. F. (2021). Pertimbangan putusan hakim perkara harta bersama di Pengadilan Agama Tembilahan. Al-Qadha Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 8(2), 160–174. https://doi.org/10.32505/qadha.v8i2.2675
Farkhani, F. F. (2018). Hukum transendental dalam putusan Pengadilan Negeri Purworejo; analysis content putusan nomor: 61/Pid.B/2011/PN.Pwr. Law and Justice, 3(1), 44–55. https://doi.org/10.23917/laj.v3i1.6149
Hariyanto, A., & Nikmah, U. (2020). Implementasi Pasal 185 KHI tentang ahli waris pengganti (plaatsvervulling) di Pengadilan Agama Banyuwangi. Al-Hukmi Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Keluarga Islam, 1(2). https://doi.org/10.35316/alhukmi.v1i2.1184
Hartini. (2012). Cerai talak suami non-Muslim di Pengadilan Agama. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 21(1), 127. https://doi.org/10.22146/jmh.16250
Hasibuan, M. (2018). Penyelesaian sengketa perbankan syariah di Pengadilan Agama. Al-Risalah Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 13(01), 111–132. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v13i01.444
Hikmatullah, H. (2018). Selayang pandang sejarah penyusunan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Ajudikasi Jurnal Ilmu Hukum, 1(2). https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v1i2.496
Himmah, I. F., Safudin, E., Oktafiani, P., & Alfia, R. L. (2022). Analisis normatif putusan hakim tentang pemberian iddah dan mut'ah sebelum ikrar talak. Jurnal Antologi Hukum, 2(2), 161–175. https://doi.org/10.21154/antologihukum.v2i2.1335
Husni, N. (2019). Upaya penyelesaian kewajiban pembayaran nafkah iddah dan mut'ah oleh suami kepada isteri dalam perkara cerai talak. Jurnal Az-Zawajir, 1(1), 65–78. https://doi.org/10.57113/jaz.v1i1.11
Huzaimah, A., & Aziz, S. (2018). Urgensi penerapan lembaga dwangsom (uang paksa) pada perkara hadhanah di Pengadilan Agama dalam perspektif maqashid al-syari'ah. Al-Adalah, 15(1), 125. https://doi.org/10.24042/adalah.v15i1.3383
Khayati, S. (2023). Pembagian harta warisan berdasarkan metode hukum waris Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(1), 15–24. https://doi.org/10.57250/ajsh.v3i1.174
Maharani, P. A., Siyo, S., & Agusty, R. Z. (2019). Menyoal disparitas produk hakim Pengadilan Agama antara keadilan dan kepastian hukum. JLR - Jurnal Legal Reasoning, 1(2), 121–134. https://doi.org/10.35814/jlr.v1i2.2181
Mahdolita, S., Kamarusdiana, K., & Yasardin, Y. (2024). Disparitas putusan isbat nikah poligami siri perspektif maqashid syariah (analisis putusan No. 469/Pdt.G/2019/PA.Pbr dengan putusan No. 67/Pdt.G/2019/PTA.Pbr). Tahkim (Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam), 7(1), 83–103. https://doi.org/10.29313/tahkim.v7i1.13417
Maizal, A. Z., Eva, Y., & Marwan, S. (2022). Kewarisan beda agama dalam putusan-putusan hakim di Indonesia. Al-Qisthu Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 20(2), 143–155. https://doi.org/10.32694/qst.v20i2.1927
Mansari, M., & Devi, S. K. (2020). Penerapan dwangsom terhadap biaya pemeliharaan anak pascaperceraian di Mahkamah Syar'iyyah Sigli. Media Syari'ah Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 21(2), 147. https://doi.org/10.22373/jms.v21i2.2287
Mas'ud, M., Suhar, S., & Harun, H. (2023). Analisis putusan Pengadilan Agama tentang penerapan dwangsom dan uitvoerbaar bij voorraad dalam perkara hadhanah. Journal of Comprehensive Islamic Studies, 2(1), 1–20. https://doi.org/10.56436/jocis.v2i1.173
Mubarok, M. S. (2020). Membedah anatomi fiqh siyasah dalam putusan Mahkamah Konstitusi tentang presidential threshold. Tafaqquh Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 8(2), 215–237. https://doi.org/10.52431/tafaqquh.v8i2.332
Muhaddis, M., Armanda, D., Junaidi, J., Rahman, B., & Gunawan, T. (2023). Analisis kebijakan hakim Mahkamah Syar'iyah Lhoksukon tentang pembagian harta bersama nomor: 168/Pdt.G/2014/MS-LSK tentang penyelesaian harta bersama karena perceraian. Asia-Pacific Journal of Public Policy, 9(1), 109–127. https://doi.org/10.52137/apjpp.v9i1.150
Murtadha, R., & Mutawali, M. (2017a). Implementasi hukum Islam di Kesultanan Bima. https://doi.org/10.31219/osf.io/58kgz
Murtadha, R., & Mutawali, M. (2017b). Islam di Bima: Implementasi hukum Islam oleh Badan Hukum Syara Kesultanan Bima (1947–1960). https://doi.org/10.31237/osf.io/m9c6n
Pakarti, M. H. A. (2023). Pembaruan hukum keluarga dalam putusan Pengadilan Agama. Sakina Journal of Family Studies, 7(3), 335–344. https://doi.org/10.18860/jfs.v7i3.3935
Rochman, S., Akmal, H., & Andriansyah, Y. J. (2021). Pencemaran nama baik melalui media sosial: perbandingan hukum pidana positif dan pidana Islam. Diktum Jurnal Syariah Dan Hukum, 19(1), 32–42. https://doi.org/10.35905/diktum.v19i1.2080
Salma, S., & Agustiar, A. (2023). Konstruksi toleransi beragama dalam wasiat wajibah melalui penerapan maqashid al-syari'ah. Jurnal Yudisial, 15(2), 167–186. https://doi.org/10.29123/jy.v15i2.480
Samani, M. (2018). Konstruksi hukum sanksi dwangsom dalam putusan nafkah di peradilan agama melalui argumentum a contrario. Jurnal Hukum Islam, 1–19. https://doi.org/10.28918/jhi.v15i1.860
Shofi, U., & Septiani, R. (2022). Eksistensi dan penerapan hukum Islam dalam hukum positif Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 2(8), 660–669. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v2i8.391
Sumaiya, N. (2020). [Untitled]. At-Tasyri' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, 151. https://doi.org/10.47498/tasyri.v12i2.347
Suparman, M. (2023). Pergeseran hukum kewarisan Islam di Indonesia dengan pemberian wasiat wajibah kepada istri yang non-Muslim berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 16K/AG/2010. Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD), 1(2), 77–92. https://doi.org/10.61234/ahd.v1i2.39
Wati, E. D., Wahib, M., Faisal, F., & Harahap, A. A. (2023). Dimensi fikih moderat dalam putusan hakim atas perceraian yang disebabkan penyalahgunaan aplikasi karaoke online. Jurisprudensi Jurnal Ilmu Syariah Perundang-Undangan Ekonomi Islam, 15(1), 200–212. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v15i1.5613
Zaidah, Y., Al-Amruzi, M. F., & Hafidzi, A. (2023). Legalitas pernikahan dini melalui dispensasi kawin Pengadilan Agama di Kalimantan Selatan. Varia Hukum, 5(1), 1–20. https://doi.org/10.15575/vh.v5i1.23895
Zaman, M. (2018). Analisis istihsan atas pertimbangan hakim terhadap saksi non-Muslim pada perkara perceraian. Al-Hukama, 8(2), 507–531. https://doi.org/10.15642/alhukama.2018.8.2.507-531