Abuse of Power dalam Perspektif Hukum Islam: Kajian Normatif, Kelembagaan, dan Pemidanaan
Keywords:
abuse of power, Hukum Islam, fiqh siyasah, korupsi, ta'zīr, maqāṣid al-sharī'ahAbstract
This article comprehensively examines the concept of abuse of power from the perspective of Islamic Law, encompassing normative, institutional, and penal dimensions. Employing a literature review approach, this article analyzes the relationship between the principles of amanah (trustworthiness), justice, and maqāṣid al-sharī'ah as normative foundations, as well as mechanisms for preventing abuse of power through institutional design such as separation of powers, shura, and social oversight. The findings indicate that abuse of power in Islamic Law is understood as a betrayal of public trust, equivalent to the classical fiqh categories of ghulūl, khiyānah, and risywah, and is generally subject to discretionary ta'zīr sanctions. Effective prevention requires a combination of moral integrity and institutional engineering consistent with the principles of the modern rule of law. The convergence between rule of law principles—namely legal supremacy, equality before the law, and due process—and Islamic political ethics of amanah and justice provides a strong foundation for affirming that the anti-abuse of power agenda is simultaneously a normative and institutional agenda, demanding both moral integrity and structural reform.
Artikel ini mengkaji konsep abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dalam perspektif Hukum Islam secara komprehensif, meliputi dimensi normatif, kelembagaan, dan pemidanaan. Dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka, artikel ini menelaah relasi antara prinsip amanah, keadilan, dan maqāṣid al-sharī'ah sebagai landasan normatif, serta mekanisme pencegahan penyalahgunaan kekuasaan melalui desain kelembagaan seperti pembagian kekuasaan, syura, dan pengawasan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa abuse of power dalam Hukum Islam dipahami sebagai pengkhianatan amanah publik yang ekuivalen dengan kategori ghulūl, khiyānah, dan risywah dalam fiqh klasik, serta pada umumnya dikenai sanksi ta'zīr yang bersifat diskresi. Pencegahan yang efektif menuntut kombinasi integritas moral dan rekayasa kelembagaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip negara hukum modern.
References
Abdullah, A., & Safriadi, S. (2022). Otoritas Wilayatul Hisbah dalam Pemerintahan. Syarah: Jurnal Hukum Islam & Ekonomi, 11(1), 55–70. https://doi.org/10.47766/syarah.v11i1.477
Azhar, H. (2018). Refleksi Normatif Mengenal Ṣaḥīfah al-Madīnah Terhadap Konstitusi Negara Indonesia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v1i1.1617
Benartin, B. P., & Yudoprakoso, P. W. (2022). Pengaruh ambang batas parlemen terhadap kedudukan partai oposisi serta kaitannya dengan sistem pemerintahan presidensil di Indonesia. Gloria Justitia, 1(2), 176–191. https://doi.org/10.25170/gloriajustitia.v1i2.3064
Beridiansyah, B. (2018). Sistem penegakan hukum pidana terhadap pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika (studi komparatif antara Indonesia dan Malaysia). Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 16(02), 235–253. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v16i02.310
Dardiri, A. H. (2017). Konsepsi pembagian kekuasaan negara Islam Khilafah menurut Hizbut Tahrir dan kemungkinan implementasinya di Indonesia. Millah: Journal of Religious Studies, 16(2), 271–304. https://doi.org/10.20885/millah.vol16.iss2.art6
Gusmansyah, W. (2019). Trias politica dalam perspektif fikih siyasah. Al Imarah: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 2(2). https://doi.org/10.29300/imr.v2i2.1448
Halim, M. (2014). Konsep kewenangan sebagai landasan formulasi hukuman tindak pidana korupsi. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 14(1), 51. https://doi.org/10.22373/jiif.v14i1.81
Iswandi, I., & Bukhari, B. (2023). Tinjauan hukum Islam terhadap ketentuan penegakan hukum pemberantasan korupsi di Indonesia. Al-Manhaj: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 797–806. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2369
Jamaa, L. (2015). Pemanfaatan uang korupsi untuk kepentingan umum: Analisis fiqh. Al-Mizan, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.30603/am.v11i1.150
Kholish, Moh. A., & Ulumuddin, I. F. (2022). Supremasi hukum dan perubahan sosial: Sebuah tinjauan hukum Barat dan hukum Islam. Peradaban: Journal of Law and Society, 1(1). https://doi.org/10.59001/pjls.v1i1.20
Leksono, A. F., & Dona, F. (2024). Penanganan perkara penyalahgunaan narkotika dengan pendekatan keadilan restoratif perspektif hukum pidana Islam. Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Studi Syariah, Hukum dan Filantropi, 45–64. https://doi.org/10.22515/jurnalalhakim.v6i1.9050
Mahfud, Muh. A., Indarti, E., & Sukirno, S. (2020). Bone montete inda posala-sala: Kesetaraan di hadapan hukum pada Kesultanan Buton. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 21(3), 339–360. https://doi.org/10.24815/kanun.v21i3.13850
Muttaqin, D. Z., Ahsan, M. Z. A., & Anto, Moh. R. (2021). Hukuman bagi sekretaris desa yang menyalahgunakan wewenang dalam menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ma'mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 2(6), 572–595. https://doi.org/10.15642/mal.v2i6.113
Paramadina, P. F., & Arif, M. Y. A. (2022). Pengangkatan menteri dalam sistem presidensial di Indonesia perspektif Imam Al-Mawardi. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 1(2), 74–93. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v1i2.11401
Solihin, W., Husna, A. I. N., Fauziah, N., & Mukti, S. (2021). Peran agama dalam pembentukan perilaku antikorupsi. Muttaqien: Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 2(2), 143–154. https://doi.org/10.52593/mtq.02.2.04
Sukmariningsih, R. M., & Ceprudin, C. (2023). Batasan dinasti politik perspektif moral hukum. Hukum Dan Dinamika Masyarakat, 21(2), 1. https://doi.org/10.56444/hdm.v21i2.4444
Yahya, R. P., Farid, D., Pakarti, M. H. A., Hendriana, H., & Hasan, M. F. (2023). Pengaruh hukuman hudud dalam membentuk kesadaran hukum dan pencegahan kejahatan di masyarakat. Al-Usrah: Jurnal Al Ahwal as Syakhsiyah, 11(2). https://doi.org/10.30821/al-usrah.v11i2.17123
Yahyanto, Y. (2019). The contribution of human rights in thinking on renewing the book of law of criminal events (KUHAP). Justicia Islamica, 16(2), 395–426. https://doi.org/10.21154/justicia.v16i2.1723
Zamroni, M. (2018). Kewenangan hakim mengadili sengketa kontrak. Halu Oleo Law Review, 1(1), 105. https://doi.org/10.33561/holrev.v1i1.2353
Zikri, A. (2019). Fenomena korupsi di Indonesia: Perspektif hukum pidana Islam. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 15(1), 40. https://doi.org/10.24014/nusantara.v15i1.10612